Takut Boikot dan Merugi, China Batal Tembak Jatuh Pesawat Nancy Pelosi!

Ana
- Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:25 WIB
Ilustrasi Nancy Pelosi kala Kunjungan ke Taiwan selama 19 jam, China batal Tembak Jatuh Pesawatnya (RAGAM YOGYAKARTA)
Ilustrasi Nancy Pelosi kala Kunjungan ke Taiwan selama 19 jam, China batal Tembak Jatuh Pesawatnya (RAGAM YOGYAKARTA)

RAGAM YOGYAKARTA - Sebelumnya, media sempat ramai isukan pecahnya perang Asia, kala kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi ke Taiwan

Melansir yogyakarta.ragamindonesia.com dari Newsweek, Hu Xijing seorang kolumnis asal media pemerintah mengatakan, China bisa saja menembak jatuh pesawat Nancy Pelosi jika mau. 

"Jika pesawat tempur AS mengawal pesawat Pelosi ke Taiwan, itu adalah invasi. Militer China memiliki hak untuk secara paksa mengusir pesawat Pelosi dan jet tempur AS, termasuk menembakkan tembakan peringatan dan melakukan gerakan taktis untuk memblokade. Jika tidak efektif, mereka bisa menembak jatuh pesawat itu ," kata Hu pada postingan pada akun Twitter. 

Baca Juga: Wonder Women Dunia Nyata, Nancy Pelosi Wanita Tangguh buat China Keder!

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) China juga menegaskan jika kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan termasuk melanggar prinsip Satu China, berpotensi bahayakan kedaulatan dan integritas teritorial Negeri Tirai Bambu. 

Newt Gingrich selaku eks Ketua DPR AS dikutip yogyakarta.ragamindonesia.com dari Taiwan News, semisal jika China sampai menembak jatuh pesawat Nancy Pelosi, hal ini bisa diartikan ajakan memulai perang.

"Skenario terburuk adalah mereka (China) menembak jatuh pesawat Nancy Pelosi. Itu merupakan tindakan perang dan kami tidak memiliki pilihan lain kecuali membalas secara besar-besaran," ucapnya 

Baca Juga: Jokowi Dapat Contekan dari PBB dan IMF Ujian 2023 Mendatang!

"Masyarakat sering lupa bahwa AS, meski memiliki kelemahan di Pentagon, meski melakukan berbagai tindakan bodoh, masih memiliki kemampuan militer kuat," ujar Gingrich 

Halaman:

Editor: Ana

Sumber: Reuters, Newsweek, AFP, Taiwan News

Tags

Terkini

X