Kedok Predator Seks, Julianto Eka Dirikan Sekolah Gratis Untuk Esek-Esek

Ana
- Rabu, 6 Juli 2022 | 21:25 WIB
Ilustrasi Julianto Eka Motivator, Predator Seks Anak (RAGAM YOGYAKARTA)
Ilustrasi Julianto Eka Motivator, Predator Seks Anak (RAGAM YOGYAKARTA)

RAGAM YOGYAKARTA - Julianto Eka Putra menceritakan pengalaman dirinya mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu. 

Nama sekolah itu adalah SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), yang berlokasi di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Bahkan dia telah diundang diacara TV Nasional Hitam Putih dan Kick Andy. 

Istilah sepintar-pintar menyembunyikan bangkai pasti tercium juga baunya, tepat untuk tersangka Julianto Eka Putra (JEP), sosok motivator dan pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, kini menjadi tersangka atas dugaan kekerasan seksual, kekerasan fisik, kekerasan verbal dan eksploitasi ekonomi oleh Polda Jatim, membuat lega beberapa pihak korban. 

Baca Juga : Hujan Lebat, Wilayah Sydney Australia Terendam Banjir

Ternyata, kasus Julianto Eka Putra (JEP) sudah bergulir di Pengadilan Negeri Malang setahun yang lalu. Kebusukan pebisnis dan motivator itu terungkap usai sejumlah mantan siswa bersuara dan melaporkan pelecehan seksual terdakwa pada aparat berwajib. 

Dikutip dari tayangan Podcast Deddy Corbuzier 'Close The Door' korban kekerasan seksual Julianto Eka bahkan mencapai 40 orang. 

Dua korban wanita dan sekaligus siswi di SPI menceritakan kekejian Julianto Eka. Bukan hanya dicabuli berkali-kali, korban juga sering mendapatkan tindak kekerasan verbal oleh Julianto Eka

Baca Juga : Mengandung Residu Pestisida, Taiwan Tolak Mie Sedaap Cup

Menurut salah satu korban, pelecehan terjadi di sekolah yang didirikan Julianto Eka. Dia  memastikan masih banyak korban yang sampai sekarang takut untuk bersuara. 

Halaman:

Editor: Ana

Sumber: Podcast Deddy Corbuzier

Tags

Terkini

X