Mengupas Representasi Disabilitas dalam Manga A Sign of Affection dan Adaptasi Anime A Silent Voice

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 11:25 WIB
Anime/Manga
Anime/Manga

RAGAM YOGYAKARTA -  Sementara anime dan manga yang berpusat pada disabilitas tentu tidak menonjol di industri ini, ada beberapa seri yang mengeksplorasi disabilitas dengan anggun dan sensitif, mulai dari kecemasan sosial yang melemahkan di Komi Can't Communicate hingga paraplegia di Josee, the Tiger and the Fish.

Seri manga Suu Morishita A Sign of Affection dan A Silent Voice karya Yoshitoki Oima, yang juga memiliki adaptasi anime, keduanya mengeksplorasi tuli sebagai disabilitas, menghadirkan hambatan yang dihadapi masing-masing protagonis mereka dan ketahanan dan kekuatan protagonis mereka.

Baik manga A Sign of Affection dan adaptasi anime A Silent Voice memeriksa subjek ketulian melalui mata protagonis wanita tunarungu.

Sementara keduanya menyajikan cerita artikulasi yang indah, A Silent Voice berfokus pada kesulitan yang dihadapi protagonis karena ketuliannya sedangkan A Sign of Affection menghadirkan protagonis yang lebih percaya diri dalam menghadapi kecacatannya dan tidak dikucilkan oleh teman-temannya.

Penekanan dan metode gaya yang berbeda yang digunakan kedua seri memungkinkan setiap seri untuk menyajikan perspektif unik tentang disabilitas.

Baca Juga: Berawal dari Tiktok, “Nine Region” Pokémon Jadi Satu Peta Raksasa yang Kini Dapat Dimainkan di Minecraft

Perundungan

Adaptasi anime dari A Silent Voice mengikuti Nishimiya Shoko saat dia menghadapi intimidasi dari teman-teman sekelasnya yang berjuang untuk beradaptasi dengan ketuliannya.

Sementara seri manga dan film lebih fokus pada Shoya Ishida, yang berjuang dari isolasi dan depresi setelah disalahkan sebagai pelaku utama dari intimidasi yang dialami Nishimiya, mereka juga menceritakan kisah Nishimiya.

Halaman:

Editor: Sucia Nur Cholida

Tags

Terkini

7 Jenis Bunga Anggrek yang Populer di Indonesia 

Rabu, 5 Oktober 2022 | 18:30 WIB
X